Personel Koramil 18/Meranti Kodim 0208/Asahan Laksanakan Komsos Bersama Pemilik Usaha Kilang Padi

TNI Polri35 Dilihat

Asahan  |  Dalam rangka mempererat hubungan silaturahmi serta mendukung sektor pertanian di wilayah binaan, Babinsa melaksanakan kegiatan komunikasi sosial (Komsos) dengan pemilik usaha kilang padi. Kegiatan tersebut dilakukan dengan mengunjungi langsung lokasi kilang padi dan berdialog terkait proses penggilingan, ketersediaan gabah, hingga distribusi beras kepada masyarakat. Babinsa juga menggali informasi mengenai kendala yang dihadapi dalam operasional usaha, termasuk faktor cuaca dan harga gabah di pasaran. Babinsa menyampaikan bahwa usaha kilang padi memiliki peran penting dalam mendukung ketahanan pangan serta perekonomian masyarakat, khususnya bagi para petani. Oleh karena itu, sinergi dan komunikasi yang baik antara aparat kewilayahan dan pelaku usaha perlu terus dijaga.

Diharapkan melalui Komsos ini, hubungan kerja sama semakin erat serta usaha kilang padi dapat terus berkembang demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah binaan, dalam kesempatan ini seperti yang dilakukan oleh Personel Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil 18/Meranti jajaran Kodim 0208/Asahan Serda Blego Surodiharjo turun kewilayah desa binaan untuk melaksanakan kegiatan Komsos dengan pemilik usaha kilang padi. Adapun maksud dan tujuan dengan kedatangan babinsa langsung ke tpat pemilik usaha untuk membantu langsung dapat memberikan kepercayaan masyarakat bahwa babinsa adalah tulang pungung untuk masyarakatnya. Dan dapat menjadi contoh yang baik bagi masyarakat desa binaanya, bersama dengan Bapak Sunardi (pemilik kilang) dan Bapak Iwan, kegiatan tersebut yang dilaksanakan bertempat di Desa Sukamakmur Kecamatan Pulo Bandring Kabupaten Asahan, Kamis (05/03/2026).

Sebagai upaya menjalin hubungan yang harmonis dengan pelaku usaha di wilayah binaan, Babinsa melaksanakan kegiatan komunikasi sosial (Komsos) bersama pemilik usaha kilang padi setempat. Dalam kunjungannya, Babinsa berdiskusi mengenai proses pengolahan gabah menjadi beras, ketersediaan bahan baku dari petani, serta sistem pemasaran hasil produksi. Selain itu, dibahas pula berbagai tantangan yang dihadapi dalam menjalankan usaha, termasuk fluktuasi harga dan biaya operasional. Babinsa menegaskan bahwa keberadaan kilang padi sangat berperan dalam menunjang perekonomian masyarakat dan mendukung ketersediaan pangan di wilayah. Oleh sebab itu, komunikasi dan koordinasi yang baik antara aparat teritorial dan pelaku usaha harus terus terjalin. Diharapkan melalui kegiatan ini, kerja sama yang sudah terbangun dapat semakin kuat serta memberikan dampak positif bagi kesejahteraan petani dan masyarakat sekitar.